Risiko Banjir, Hewan Peliharaan Jangan Ditaruh di Kandang

Banjir saat ini mengancam beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan bencana yang satu ini pun kerap menimbulkan korban jiwa, seperti yang terjadi di Manado beberapa waktu lalu. Tak menutup kemungkinan hewan peliharaan juga menjadi korban dalam bencana yang satu ini.

Untuk menanggulangi jatuhnya korban hewan peliharaan pada saat banjir, sebaiknya pemilik hewan melakukan langkah pencegahan. Hal inilah yang disarankan oleh ketua Animal Defenders Doni Herdadu Tona seperti dikutip dari BeritaSatu.

Langkah pencegahan yang dilakukan antara lain adalah dengan tidak menaruh hewan peliharaan di dalam kandang atau dirantai. Dengan ditaruh di dalam kandang, hewan peliharaan mempunyai risiko tenggelam dan akhirnya meninggal.

Dengan melepasnya dari kandang atau rantai, maka hewan akan secara insting berusaha untuk menemukan jalan bertahan hidup. Terlebih jika hewan tak bisa dibawa bersama pemiliknya ke tempat pengungsian.

Selain itu, jika menaruh hewan di lantai dua rumah tinggal, ada baiknya juga menyediakan makanan kering dan minuman. Doni mengatakan bahwa lebih baik ada risiko hewan hilang daripada harus meninggal dunia secara sia-sia.

Meskipun kerap terjadi banjir, ternyata masih banyak pemilik hewan yang cenderung posesif kepada hewan peliharaannya. Doni mencatat bahwa pada saat banjir di Jakarta, dia menemukan banyak anjing yang masih berada di dalam kandang atau dirantai oleh pemiliknya. Akibatnya, hewan tak bisa melepaskan diri pada saat terancam bahaya.

Kata kunci pencarian:

Related Posts

2 Comments

Add Comment