Rangkong Gading, Hewan Unik Asli Indonesia

Rangkok Gading, salah satu jenis hewan unik di Indonesia – Kita sebagai bangsa Indonesia mesti bangga dengan beragamnya jenis-jenis satwa langka dan unik yang ada di tanah air ini. Salah satunya adalah Rangkok Gading. Burung yang memiliki panjang hingga 140 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor) ini memiliki sayap lebar mencapai 90 cm. Burung unik ini memiliki berat tubuh 3 kg. ciri-ciri khusus pada burung asal Indonesia ini terdapat pada bagian leher yang dihiasi dengan bulu berwarna merah (untuk jantan) dan putih kebiruan (untuk betina). Selain itu, suara burung ini sangat keras sekali sehingga dapat terdengar mencapai jarak 2 km.

Selanjutnya yang unik dari burung ini terdapat pada bagian paruh. Paruh burung ini berbentuk simetris yang meruncing kebagian ujungnya. Dibagian atas paruh terdapat cula (casque) yang sangat padat sekali yang diklaim memiliki bobot 13% dari berat tubuhnya. Menurut hasil penelitian Hadiprakarsa & Kinnaird (2003) cula ini berguna untuk perkelahian yang kerap terjadi antara Rangkok Gading jantan di dekat pohon beringin yang sedang berbuah.

Persebaran
Rangkok Gading biasanya tersebar di hutan tropis yang lebat akan pepohonan besar dan tinggi. Rangkok Gading hanya hidup di hutan dataran rendah dan hutan bawah pegunungan dengan ketinggian 1500 mdpl pada daerah Semenanjung Malaya, Sumatera dan Kalimantan.

Habitat
Sebagian besar persebaran burung Rangkok Gading terdapat di Indonesia. Rangkok Gading biasanya tinggal di pepohonan besar yang berlubang secara alami serta memiliki bonggol khas di depannya. Rangkok menggunakan bonggol ini sebagai landasan bertengger pada saat memberikan makanan kepada anak-anaknya. Uniknya, jenis sarang seperti ini hanya dapat kita jumpai pada Rangkok Gading.

Makanan
Jenis makanan utama hewan ini berupa buah beringin (Ficus sp) yang berukuran besar. Namun 2% dari konsumsi Rangkok Gading berupa binatang-binatang kecil.

Perkembangbiakan
Perkembangbiakan Rangkok Gading tidak berbeda dengan jenis Rangkok lainnya. Burung ini termasuk jenis burung yang setia, hal ini dapat kita lihat bahwa burung Rangkok Gading hanya memiliki 1 pasangan seumur hidupnya. Setelah menemui lubang bersarang yang tepat, Rangkok Gading betina akan berdiam diri didalam sarang tersebut. Kemudian Rankok Gading jantan akan menutup lubang tersebut dengan tanah liat yang dicampur dengan kotoran dengan menyisihkan sedikit celah yang digunakan untuk sang jantan pada saat mengantarkan makanan pada pasangannya.

Sedangkan selama sang betina didalam sarang, ia akan meluluhkan (moulting) bulu terbangnya dan digunakan untuk membuat alas agar kehangatan telur tetap terjaga. Sampai sang anak keluar dari sarang, Rangkok betina tidak akan bisa terbang. Maka dari itu ia mengandalkan sang jantan untuk mencari makanan bagi nya dan anak-anak mereka. Burung Rangkok Gading betina membutuhkan waktu selama kurang lebih 6 bulan didalam sarangnya sampai anak-anaknya dapat hidup sendiri diluar sarang.

Peranan Bagi Ekosistem
Sebagai pemakan buah beringin, Rangkok Gading dapat menyebarluaskan populasi pohon beringin melalui kotoran mereka. Hal ini disebabkan karena sistem pencernaan burung ini tidak merusak biji buah.

Sosial Budaya
Hingga saat ini masyarakat dayak mempercayai Rangkok Gading sebagai symbol “Alam Atas” yang artinya kedewataan yang bersifat maskulin. Rangkok Gading merupakan simbol keberanian, pelindung dan jembatan antara roh leluhur dengan masyarakat dayak. Selain itu, di Provinsi Lampung Enggang Gading melambangkan keagungan dan kepemimpinan,

Ancaman
Kini masa depan Rangkok Gading terancam punah. Seperti yang kita ketahui hutan adalah habitat utamanya. Hingga saat ini jumlah hutan yang ada di Indonesia semakin berkurang, ditambah lagi minimnya upaya konservasi dan maraknya perburuan liar.

Sejak zaman Dinastin Ming pada abad ke 17, para bangsawan China mengincar casque milik Rangkok Gading yang dijadikan sebagai hiasan. Selama tahun 2013, Investigasi Rangkok Indonesia (IHCS) dan Yayasan Titian mencatat bahwa 6.000 jenis Rangkok Gading dewasa dihabisi di Kalimantan Barat untuk di ambil kepalanya. Dan pada sepanjang tahun 2015, terdapat 2.343 paruh Rangkok Gading siap dikirim ke China berhasil disita.

Status
Menurut UU No. 5 Th 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Rangkok Gading telah tercatat dalam lampiran daftar jenis satwa dan tumbuhan liar dilindungi pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999. Dan pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.57/Menhut-II/2008 tentang Arahan Strategis Konservasi Spesies Nasional 2008-2018 memasukkan Rangkok Gading sebagai jenis prioritas dalam kelompok Rangkok.

Kemudian ditingkat Internasional, IUCN telah merubah Status Rangkok Gading menjadi Critically Endangered (satu tahap lagi menuju status kepunahan) pada tahun 2015 silam. Dilain pihak, Konvensi Perdagangan Jenis Terancam Punah (CITES) telah mencatat Rangkok Gading dalam daftar Appendix I (kumpulan jenis fauna dan flora yang terancam dari segala bentuk perdagangan).

Kita sebagai makhluk hidup harusnya melindungi dan menjaga kelangsungan ekosistem makhluk hidup. Terlebih lagi Rangkok Gading merupakan jenis hewan unik yang berasal dari Indonesia. Akibat keserakahan manusia, populasi hewan ini terancam punah. Semoga dengan adanya informasi mengenai Rangkok Gading dari team binatang.net ini dapat menyadari diri kita masing-masing akan pentingnya kestabilan ekosistem. Demikianlah informasi dari kami, akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Salam hangat, team binatang.net.

Kata kunci pencarian:

Related Posts