Prahara di Kebun Binatang Surabaya

Kijang di Kebun Binatang Surabaya Ditemukan Mati di Kandangnya

Kijang mati di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Kijang mati di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Mengidentifikasi kematiang Kijang Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Mengidentifikasi kematiang Kijang Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Hewan di Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jawa Timur, kembali ditemukan mati di kandangnya pagi tadi. Kijang berjenis kelamin betina berusia enam tahun itu ditemukan mati dengan mulut penuh busa.

Humas KBS, Agus Supangat mengatakan, Kijang itu diketahui mati pukul 05.00 WIB tadi. Kijang itu ditemukan mati oleh seorang penjaga yang tengah berpatroli.

“Benar ada yang mati. Kini sudah dievakuasi. Pukul 10.00 WIB tadi baru dievakuasi,” kata Agus saat dikonfirmasi, Kamis (13/2).

Setelah menemukan Kijang itu dalam kondisi mulut berbusa, petugas itu lantas melapor ke pihak KBS. Namun, penyebab kematian satwa tersebut belum diketahui lantaran masih belum dilakukan pemeriksaan.

“Kijang itu dievakuasi sendiri oleh pihak KBS tanpa menunggu polisi atas perintah Direktur Operasional KBS, dr liang Kaspe,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejak Januari lalu terhitung sudah ada delapan hewan yang mati di KBS. Delapan hewan itu adalah, Gnu sejenis Banteng Afrika, Singa Afrika bernama Michael yang mati dengan kepala tergantung, Kambing Gunung, Rusa, Kijang, Komodo dan terakhir pagi tadi adalah Kijang betina berusia enam tahun.

Kematian Singa Jantan

Singa-mati-di-kbs

Singa Jantan mati di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Matinya singa jantan (panthera leo) berumur 1,5 tahun yang diberi nama Michael di Kebun Binatang Surabaya (KBS) pada Senin, 6 Januari 2014, bukan satu-satunya. Sebelumnya, sejumlah satwa langka mati mengenaskan karena berbagai sebab, mulai sakit hingga tak terurus dengan baik. Itulah sebabnya tempat konservasi hewan langka ini pernah dijuluki: Kebun Binatang Terkejam di Dunia)

Cap ini tak lain karena seringnya hewan koleksi mati. Richard Shears, koresponden Daily Mail, situs berita Inggris, pernah mengungkapkan keadaan Kebun Binatang Surabaya membuatnya berduka.

“Aku tinggal di dekat Pelabuhan Sydney, tempat melihat burung pelikan bersuka-cita meluncur rendah di perairan Blackwattle Bay. Namun di Kebun Binatang Surabaya, aku hanya bisa menggelengkan kepala putus asa saat melihat lebih dari 150 pelikan berada dalam satu kandang dengan kolam kecil yang membuat mereka tidak bisa mengembangkan sayapnya, terlebih untuk terbang,” tulisnya.

Menurut Shears, tak hanya sekumpulan pelikan yang terlihat menyedihkan. Nasib binatang lainnya pun terlihat sangat mengerikan.

“Aku melihat unta kurus hingga memperlihatkan bentuk tulang rusuknya. Seekor monyet Capuchin yang aku jumpai juga terlihat memohon untuk dibebaskan dari kandangnya. Di kandang lain, rangkong badak sedih melihat ke langit biru, mencoba untuk lepas landas dari tempatnya bertengger, tetapi tidak ada ruang untuk mengepakkan sayapnya,” Richard melaporkan.

Berdasarkan analisa ProFauna, organisasi perlindungan satwa liar, lahan KBS seluas 15 hektare di tengah Kota Surabaya ini dihuni oleh 4.025 satwa sehingga melebihi kapasitas. KBS tak didukung kandang dan lahan konservasi yang memadai. Bandingkan dengan Taman Safari Bogor yang memiliki lahan 178 hektare untuk menampung 1.500 satwa.

Tak heran jika koleksi binatang KBS mati sia-sia. Pada November lalu, misalnya, seekor komodo jantan berumur 11 tahun asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi koleksi andalan kebun binatang ini mati saat menjalani perawatan di ruang karantina. Menurut Direktur Operasional KBS Liang Kaspe, berdasarkan hasil otopsi dari tim medis binatang raksasa ini mati karena ada kelainan ginjal.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin menyelamatkan komodo ini. Rupanya, kelainan ginjal yang cukup kronis membuat komodo ini tak bisa dipertahankan. Sedangkan penyakit lainnya tidak ditemukan,” kata dia beberapa waktu lalu.

Kematian singa asal Afrika pada Senin lalu, Liang mengatakan, sangat aneh. Letak keanehannya adalah pada leher singa terjerat kawan berbahan baja.

“Masak binatang bunuh diri dengan melilitkan tali ke kepalanya,” kata Liang.

Dia menduga matinya koleksi KBS ini ada yang membunuh. Kawat baja yang melilit leher biasa dipakai untuk membuka pintu.

Apapun alasannya, KBS ini sudah dikenal sebagai tempat yang sering memakan korban hewan langka. Seperti seekor jaguar bernama Dainler ditemukan mati pada 14 November lalu. Zebra pada 16 Mei 2013 mati gara-gara menabrak pagar kandang.

Berikut ini sebagian hewan langka koleksi Kebun Binatang Surabaya yang mati dalam dua tahun terakhir:

1. Seekor komodo, mati pada 26 November 2013 karena gangguan ginjal
2. Seekor jaguar (Daimler) dan seekor usa mati pada 24 November 2013 karena gangguan usus
3. Harimau Suamtera mati pada  24 April karena gangguan pencernaan
4.Seekor unta mati pada 25 Oktober 2013 karena infeksi saluran kencing
5.Orang utan mati pada 10 Oktober 2013 karena radang paru-paru
6.Seekor gnu, sejenis kambing, mati pada 6 Januari 2014 karena gangguan pencernaan
7.Seekor jerapah bernama Kliwon mati pada 2012
8.Seeokor singa Afrika mati pada 6 Januari 2014 diduga dibunuh

 

KBS di Cap Sebagai Kebun Binatang Terkejam di Dunia

 

Gajah KBS

Gajah dirantai di Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Seekor gajah muda menarik-narik kaki belakangnya yang dibelenggu. Borgol yang disematkan ke kakinya bahkan telah membuat kakinya terluka, sampai terlihat dagingnya.

Membebaskan diri pun belum tentu akan membantu. Sebuah rantai di kaki depan kirinya membuat dia tidak bisa bergerak maju, mundur, atau ke samping. Setidaknya, hal itu menjadi salah satu pemandangan menyedihkan di Kebun Binatang Surabaya di Indonesia.

Seorang jurnalis asal Inggris, Richard Shears, saat menyambangi Indonesia, menyempatkan diri untuk melihat situasi kebun binatang tersebut. Bahkan, dia melaporkan kondisi ini sebagai kebun binatang terkejam di dunia.

Melansir Daily Mail, Jumat (27/12/2013), semua demi uang. Hari demi hari, minggu demi minggu, sang gajah berdiri di sana, serta hanya dibebaskan dari rantainya pada akhir setiap hari.

Siapa pun menemukan adegan ini sangat menyedihkan. Richard mengaku sangat tertekan melihat kondisi tersebut. Menurut dia, kebun binatang Surabaya telah dicap sebagai yang terburuk di dunia, ketika dirinya berjalan melalui tempat “penyiksaan” hewan.

Selain itu, Richard juga menggambarkan kondisi hewan-hewan lainnya yang berada di kebun binatang tersebut. Orangutan yang memakan plastik, kemudian burung-burung yang ditempatkan dalam satu kandang dalam jumlah banyak sehingga tak mempunyai ruang gerak.

Yang paling menyedihkan, pada 2012 lalu ada seekor jerapah yang mati dengan berat badan kurang dari 20 kilogram (kg). Bahkan, kematian jerapah tersebut menjadi perhatian masyarakat dunia. Tak hanya itu, seekor harimau pada tahun lalu juga tercatat mati setelah saluran pencernaannya membusuk oleh daging formaldehida-laced yang dikonsumsinya.

 

Sumber:

Tempo

Daily Mail

Plasa Msn

Liputan 6

Merdeka

Detikcom

Kata kunci pencarian:

Related Posts

No Responses

Add Comment