Mengenal Harimau Sumatera (1)

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah harimau terkecil dari subspesies harimau, dan saat ini terdaftar sebagai hewan yang terancam punah. Harimau sering dicari untuk bulu mereka dan berbagai bagian tubuh lain, yang digunakan untuk obat, dll. Mereka juga dalam bahaya karena habitat alami mereka digunakan untuk pertanian dan pembangunan. Diperkirakan hanya ada sekitar 350-400 Harimau Sumatera yang tersisa di alam liar.

Harimau Sumatera sangat terisolasi, hanya ditemukan di pulau Sumatera di Indonesia bagian barat. Diperkirakan bahwa harimau tersebut ke Sumatera ketika perubahan iklim yang disebabkan air naik, menciptakan pulau dan terdampar semua hewan yang hidup di daerah tersebut. Mereka ditemukan di seluruh daerah di pulau, di hutan tropis, daerah pegunungan, dan rawa-rawa. Mereka paling sering ditemukan di dekat sumber air di daerah-daerah di mana ada banyak semak-semak, yang digunakan ketika harimau berburu. Mereka sangat jarang ditemukan dalam kelompok. Mereka akan mentolerir satu sama lain di sebuah lubang berair dan sering akan berbagi makanan, tetapi mereka cenderung sangat teritorial dan soliter. Mereka menandai wilayah mereka dengan kotoran dan urine.

Seperti harimau lainnya, harimau sumatera memiliki bulu oranye dengan garis-garis hitam. Garis-garis yang unik untuk setiap harimau tidak pernah memiliki pola yang sama persis. Mereka memiliki kaki belakang yang sangat panjang, yang memungkinkan harimau untuk melompat jarak yang jauh. Mereka juga bisa berenang, yang merupakan karakteristik yang tidak biasa untuk salah satu kucing besar. Meskipun mereka yang terkecil dari subspesies harimau, Harimau Sumatera masih sangat besar, mencapai panjang dewasa 2,7 meter dan berat 75-114 kg. Di alam liar, harimau Sumatera hidup rata-rata 15 tahun.

Fakta menarik, harimau Sumatera memiliki kaki yang berselaput. Hal ini memungkinkan harimau untuk berenang dengan mudah dan mereka akan sering melintasi lebih dari satu sungai untuk mencari makanan.

Baca fakta dan informasi selanjutnya di “Mengenal Harimau Sumatera (2)“.

Kata kunci pencarian:

Related Posts

Add Comment