Maleo, Burung Unik Asli Indonesia

Burung maleo (Macrocephalon maleo) memiliki ukuran tubuh cukup besar dibandingkan burung lainnya, warna bulunya didominasi dengan warna hitam dan putih, mereka hanya ditemukan di dua pulau di Indonesia, pulau Sulawesi dan pulau Buton. Dalam 60 tahun terakhir populasi dari maleo telah menurun sebanyak 90%. Ancaman utamanya ialah diambil atau dipanennya telur maleo oleh masyarakat lokal.

Burung maleo telah dilindungi oleh hukum Indonesia sejak tahun 1972 dan setengah dari situs bersarang maleo saat ini berada dalam kawasan lindung. Beberapa lokasi tersebut mendapat perhatian konservasi seperti patroli penjaga, usaha ini telah meningkatkan tingkat menetasnya telur maleo.

Proyek keterlibatan masyarakat telah dilakukan untuk mendidik masyarakat tentang dampak dari panen telur maleo, dan kini mantan-mantan ‘penggali telur’ maleo bekerja sebagai penjaga.

Maleo adalah burung besar yang memiliki warna hitam dan putih. Memiliki tubuh lebar dengan tinggi 53-58 cm, ekor panjang dan kaki besar. Fitur yang paling membedakan adalah adanya tulang di mahkota, bersama dengan wajahnya yang kuning.

Makanan burung maleo beragam, mencakup buah-buahan, biji-bijian, semut, rayap, kumbang, dan invertebrata lainnya.

Mendiami dataran rendah dan bukit hutan tropis, spesies ini sering melakukan perjalanan untuk menemukan tempat berkembang biak mereka. Burung maleo adalah burung yang bersarang secara komunal, dianggap sebagai strategi evolusi terhadap predasi telur. Pada umumnya, mereka bersarang di pantai berpasir, sungai dan tepi danau.

Burung maleo yang betina akan meletakkan telur hingga 8-12 selama setahun, yang diletakkan di dalam lubang yang akan menghangatkan baik dari panas matahari atau panas bumi. Telur ini dibiarkan menetaskan selama 2-3 bulan tanpa pengawasan orang tua atau induk maleo. Ketika telur menetas, anak maleo akan membuat terowongan untuk keluar ke permukaan dan siap untuk terbang.

Sumber:

Edgeofexistence.org

Kata kunci pencarian:

Related Posts

Add Comment