Kebun Binatang Ragunan Di Usia Yang Ke 150 Tahun

Kebun Binatang Ragunan Di Usia Yang Ke 150 Tahun, Taman Margasatwa Ragunan memang sering menjadi tujuan wisata warga Jakarta.
Dia bagai hutan hijau di tengah hiruk pikuk kota. Tenang, asri, murah, merupakan alasan-alasan yang kerap dilontarkan pengunjung yang memilih Ragunan sebagai tempat hiburan.

Tepat hari ini, taman margasatwa itu berumur 150 tahun. Kini, Taman Margasatwa Ragunan sudah menjadi salah satu aset kebanggaan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Satu setengah abad yang lalu, seorang pelukis tersohor di Indonesia berbaik hati  menyumbangkan lahannya di Jalan Cikini Raya seluas 10 hektar untuk tempat peragaan satwa. Raden Saleh menyumbangkan lahannya kepada perhimpunan penyayang flora dan fauna bernama “Culture Vereniging Planten en Direntuin at Batavia”.

Sementara itu, Taman Margasatwa Ragunan sebenarnya sudah diresmikan pada  tanggal 19 September 1864 dengan nama “Planten en Direntuin”. Empat tahun setelah merdeka, Cikini dianggap tidak cocok lagi untuk menampung satwa-satwa. Sejak saat itu, mulailah dibangun Badan Persiapan Pelaksanaan  Pembangunan Kebun Binatang. Tujuannya, untuk memindahkan kebun binatang  di Cikini ke Ragunan, Pasar Minggu. Hingga akhirnya, dengan membawa lebih dari 450 satwa dari Cikini, Taman Margasatwa Ragunan resmi dibuka pada 22 Juni 1966 oleh Gubernur Ali Sadikin. Kini, di taman seluas 140 hektar itu hidup sekitar 2.000 ekor satwa dari 200 spesies dan 19.000 lebih jenis tumbuhan.

Hari ini juga, tepat pada perayaan ulang tahunnya yang ke-150, Taman Margasatwa Ragunan juga meresmikan patung dada pendirinya, Raden Saleh, yang berdiri gagah  di tengah-tengah hijaunya suasana Ragunan. Diukir selama 3 bulan lebih, patung  berwarna coklat kayu itu dibuat sebagai tanda jasa bagi salah satu pendiri Taman Margasatwa Ragunan itu.

“Peresmian Patung Raden Saleh. Perintis Taman Margasatwa Ragunan. Planten en  Dierentuin Cikini,” demikian tulisan yang tertera di patung.

Pimpinan Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Hashim Djojohadikusumo, meresmikan  langsung patung dada itu.

Lihat lagi postingan tentang artikel Kenali Induk Anis Kembang Bersifat Pembunuh

Kata kunci pencarian:

Related Posts

One Response

Add Comment