Informasi tentang Gigitan Kucing

Gigitan kucing bisa ringan dan bisa serius, tetapi walaupun gigitan ringan juga dapat menyebabkan infeksi. Air liur hewan (termasuk air liur manusia) penuh bakteri. Ketika bakteri ini masuk ke dalam luka, selama kucing menggigit, infeksi serius bisa terjadi. Semua gigitan kucing yang cukup kuat untuk mengoyak kulit atau menyebabkan pendarahan, apakah korbannya manusia atau kucing lain, harus diperlakukan dengan serius.

Luka dari gigitan kucing bisa menimbulkan risiko infeksi karena kontaminasi dari bakteri. Jika korbannya adalah manusia, luka akan terlihat jelas, tapi jika itu pada kucing, mungkin tersembunyi oleh bulu, hingga luka menjadi meradang dan terinfeksi. Luka gigitan kucing umumnya mirip dengan satu atau dua tusukan (walaupun taring yang tidak selalu menembus kulit).

Menurut studi dari Louisiana State University School of Veterinary Medicine, pasteurellosis, strep, staph dan capnocytophaga adalah bakteri dalam air liur hewan yang dapat menyebabkan infeksi.

Rabies juga merupakan salah satu infeksi yang mungkin dapat berasal dari gigitan kucing, jika kucing tersebut belum divaksinasi rabies.

Gejala

Jika terinfeksi dari gigitan kucing, bekas gigitan mungkin membengkak, menjadi merah dan cairan nanah. Area gigitan akan panas dan menyakitkan, dan infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitarnya. Dalam kasus capnocytophaga, LSU School of Veterinary Medicine memperingatkan bahwa keracunan darah bisa saja terjadi.

Pencegahan dan Solusi

Jika Anda digigit kucing dan taringnya menembus kulit, cuci luka segera dengan air bersih dan sabun. Biarkan hingga darah berhenti jika bisa, jangan menyumbat darah kecuali jika darah keluar sangat banyak, karena darah bisa membantu untuk mencuci bakteri dari luka gigitan.

Oleskan krim antibiotik. Jika Anda tidak yakin dengan kucing yang menggigit Anda, apakah kucing tersebut mengidap penyakit (rabies) atau tidak, tangkap kucing dan bawa ke dokter hewan untuk diperiksa.

Peringatan

Rabies tidak biasa ada di kucing domestik dan beberapa hewan lain. Namun, jika Anda digigit oleh kucing liar atau kucing lain yang Anda tidak tahu apakah mereka telah divaksinasi rabies atau tidak, Anda harus memperlakukan gigitan tersebut dengan serius. Kunjungi dokter Anda, ia akan membantu menentukan apakah Anda memerlukan pengobatan pencegahan rabies. Anda mungkin juga perlu suntikan tetanus.

 

Referensi:

Vedmed: Types of Infections From Cat Bites

Vetinfo: More About Cat Bites

Kata kunci pencarian:

Related Posts

2 Comments

Add Comment