Cara Berkomunikasi dengan Kucing

Komunikasi antara dua spesies yang bahasanya tidak sama sangat tidak mudah. Namun, kamu dapat belajar untuk berbicara dengan bahasa kucing dan membantu kucingmu memahami apa yang kamu katakan kepadanya. Dengan melihat sinyal dan bahasa tubuh kucing kamu juga berlatih beberapa teknik komunikasi, kamu akan dapat menjembatani kesenjangan komunikasi antara kamu dan kucing kesayangamu. Berikut langkah-langkah memahami dan berkomunikasi dengan kucing.

1. Pelajari meow pitch kucing kamu. Sebuah meow dengan pitch rendah berarti kucing kamu mengeluh dikarenakan sesuatu. Seekor kucing menggunakan meow dengan pitch sedang bearati  ia sedang menunjukkan bahwa ia ingin atau membutuhkan sesuatu . Sebuah meow dengan pitch tinggi berarti ia sedang marah atau sakit.

2. Perhatikan ekor kucing kamu untuk mengetahui suasana hatinya. Ia akan menunjukkan ekornya lurus tegak ketika ia sedang bahagia dan melengkungkan punggungnya ketika ia sedikit penasaran. Sedikit kejang berarti sedang jengkel dan marah. Jika ekornya di antara kaki menunjukkan kucing kamu takut atau merasa tidak aman.

3. Gunakan bahasa berulang-ulang ketika mencoba untuk membangun komunikasi dengan kucing. Ucapkan kata atau frase yang sama berulang-ulang sambil melakukan tindakan yang sama akan membantu kucing kamu mengasosiasikan kata dengan tindakan. Menjaga nada yang sama dan menggunakan nada yang berbeda untuk tindakan yang berbeda. Nada sama pentingnya dengan kata-kata.

4. Pilih kata-kata dengan  akhiran ” e ” atau menambahkan ” e ” pada akhiran kata yang akan kamu perintahkan. Kucing akan menanggapi lebih baik kata dengan akhiran ” e “.

5. Tegaslah berbicara dengan kucing kamu tapi jangan berteriak/menghardik saat ia melakukan kesalahan. Berteriak akan membuat kucing takut dan tidak mau berkomunikasi.

Sekian Cara Berkomunikasi dengan Kucing, semoga kamu dan kucing kesayanganmu semakin dekat.

Kata kunci pencarian:

Related Posts

6 Comments

Add Comment